Total Tayangan Laman

Senin, 18 Oktober 2010

MIKROSKOP


         
Mikroskop (bahasa Yunani: micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.
           Mikroskop pada prinsipnya adalah suatu alat pembesar yang terdiri dari dua lensa cembung yaitu lensa objektif (dekat dengan benda) dan lensa okuler (dekat dengan mata) yang digunakan untuk memperbesar bayangan dari benda yang sangat kecil.  Benda yang diamati mengalami dua kali pembesaran yaitu pada lensa objektif dan lensa okuler.  Bayangan akhir yang diamati bersifat maya,  terbalik, dan diperbesar (Anonim,2001).
Mikroskop pada prinsipnya adalah alat pembesar yang terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda). Baik objektif maupun okuler dirancang untuk perbesaran yang berbeda. Lensa objektif biasanya dipasang pada roda berputar,yang disebut gagang putar (Volk, 1984).
           Susunan Mikroskop adalah alat optik untuk mengamati benda- benda yang sangat kecil, misalnya rambut, bakteri, dan selsehingga tampak jelas. Mikroskop sederhana terdiri daridua buah lensa positif (cembung). Lensa positif yang berdekatan dengan mata disebut lensa okuler. Lensa ini berfungsi sebagai lup. Lensa positif yang berdekatan dengan benda disebut lensa objektif.Jarak titik api lensa objektif lebih kecil dari pada jarak titik api lensa okuler. 
Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut.
Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan.
Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan Mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa okuler.
Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field, fluoresens, fase kontras, Nomarski DIC, dan konfokal).
  Cara Menggunakan Mikroskop Benda yang akan diamati diletakkan di antara F dan 2F dari lensa objektif. Bayangan yang dihasilkan bersifat nyata, diperbesar, dan terbalik. Bayangan ini akan menjadi benda bagi lensa okuler. Sifat bayangan yang yang dihasilkan lensa okulerini adalah maya, diperbesar, dan terbalik dari pertama. Bayangn ini merupakan bayangan akhir dari mikroskop yang kita lihat.
Perkembangan Mikroskop Suatu objek yang diamati di bawah mikroskop dapat diabadikan dengan kamera. Biaasanya mikroskop majemuk yang mempunyai dua lensa okuler dilengkapiengan bagian lensa untuk kamera. Teknologi hasil karya manusia setiap waktu selalu mengalami perkembangan. Mikroskop sederhana dan beberapa mikroskop optik lainnya hanya mampu memperbesar benda dari sekitar 100-1000 kali, sedangkan teknologi mikroskop elektron dapat menghasilakn perbesaran hingga 1.000.000 kali.
            Sejarah mikroskop pada awal tahun 1595 Hans Janssen. Pembuat kacamata pertama kali mengkonstruksi mikroskop sederhana. 1665 Robert Hooke membuat mikrosokop dari beberapa lensa yang disusun. 1685 Antoni van Leeuwenhoek Untuk pertama kalinya berhasil dibuat mikroskop dengan perbesaran hingga 270x, sehingga dapat mengamati bakteri.
1.      Lensa okuler
Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan yang bersifat maya dan tegak Dibagian atas okuler tertera x5, x10, x15.
2.      Tabung
      Berfungsi  memisahkan antara lensa objektif dan lensa okuler. Tiap mikroskop akan berfungsi dengan baik apabila mempunyai panjang tertentu. Apabila panjang tabung mikroskop lebih panjang dari ketentuan maka bayangan akan terlihat tampak buram.
3.      Sekrup pengarah kasar
            Berfungsi untuk mengatur jarak okuler objektif sehingga tepat fokusnya secara kasar dan jelas.
4.      Lensa Objektif
            Lensa objektif berfungsi untuk mengatur pembesaran ukuran untuk kekuatan 4x, 10x, 40x dan 100x.
5.      Revolver
            Revolver berfungsi sebagai tempat lensa objektif.
6.      Sekrup pengarah halus
  Berfungsi untuk mengatur jarak okuler sehingga tepat fokusnya secara tajam.
7.      Pegangan
      Pemegang(lengan) berfungsi untuk memegang mikroskop.
8.      Kondensor
            Kondensor berfungsi untuk mengatur bayangan yang akan diamati. Kondensor merupakan kombinasi. Apabila kondisi ruangan kekurangan cahaya maka dengan menggunakan cermin cekung dan kondensor akan di peroleh pencahayaan yang baik
9.      Diafragma
            Diafragma berfungsi mengatur cahaya yang masuk dalam mikroskop. Merupakan bagian yang dapat diputar atau digeser tangkainya ke slah satu arah yang kita sukai.
10.  Pengatur Kondensor
            untuk menaikkan dan menurunkan kondensor.  
11.  Cermin
            Berfungsi untuk memantulkan cahaya dari sumbu cahaya ke objek yang akan kita amati. Permukaan cermin yang datar digunakan apabila sumber cahaya cukup terang. Sedangkan, permukaan yang cekung digunakan apabila intensitas cahaya kurang terang
12.  Kaki
            Kaki atau dasar berfungsi untuk memperkokoh kedudukan mikroskop. Sekrup engsel berfungsi menyesuaikan mikroskop yang baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar